Rabu, 26 Oktober 2016

Mengenal Format Image WebP

Sumber: https://arstechnica.net

Hallo sobat blogger,

Kali ini saya akan sharing tentang format image WebP.
Jadi apa itu format WebP? apa bedanya dengan format PNG atau JPEG?

WebP adalah format gambar modern yang menyediakan kompresi lossless dan lossy untuk gambar di web. Menggunakan WebP, webmaster dan pengembang web dapat membuat lebih kecil, gambar yang lebih kaya yang membuat web lebih cepat.
WebP lossless 26% lebih kecil dibandingkan dengan PNG. Lossy WebP 25-34% lebih kecil dari gambar JPEG sebanding dengan setara indeks kualitas SSIM. (sumber)

Dari deskripsi tersebut kita bisa tau bahwa format gambar WebP lebih "bandwidth safe" jika digunakan karena size nya yang lebih kecil dibanding format PNG dan JPEG.

Tapi bagaimana dengan kualitas gambarnya?

horsetail-fall.jpg (1280 × 851) Size: 755KB

horsetail-fall.png (1280 × 851) Size:1.4MB

horsetail-fall.webp (1280 × 851) Size: 425KB





Dari ketiga format image diatas, jelas WEBP memiliki size terkecil dan dari kualitas image nya tidak jauh berbeda dengan PNG maupun JPEG.

Jadi format WEBP ini patut dipertimbangkan karena dapat menghemat bandwidth cukup banyak :)

*Catatan
  • Untuk Android, format WEBP sudah disupport semenjak android 4.0 (ICS)
  • 3 Library image loader paling populer (PICASSO, GLIDE, FRESCO) pun sudah support format WEBP :)
  • Converter untuk webp : https://webp-converter.com/

Senin, 24 Oktober 2016

Mengenal Android Instant App


Hallo sobat blogger,

Kali ini saya akan berbagi tentang Android Instant App, mungkin masih terdengar asing. Ya, memang Android Instant App baru di perkenalkan di Google I/O tahun ini.

Jadi apa itu Android Instant App?
An evolution in app sharing and discovery, Android Instant Apps enables Android apps to run instantly, without requiring installation. Instant Apps lets you experience what you love about apps—fast and beautiful user interfaces, high performance, and great capabilities—with just a tap. (sumber)
Yap, keren kan? :)

Kita bisa menjalankan aplikasi android (native) tanpa install terlebih dahulu. Amazing!

Sedikit cerita bahwa di GDG Bogor (22 okt 2016) kemarin ada keynote tentang PWA (Progressive Web App) yang "dibangga-bangga kan" bisa menggerus native apps karena bisa dijalankan di browser tanpa instalasi.

Nah, saya sempat berpikir sejenak dan sedikit setuju bahwa kita sebagai native android developer bisa "tergerus" :) Tapi, jangan takut dan jangan bimbang kawan-kawan. Akhirnya doa kita terjawab dengan adanya Android Instant App ini :p

Jadi bagaimana cara kerja nya?

Jadi misalkan kita membuka URL e-commerce pada bagian detail (di browser mobile), ketika kita klik URL tersebut, kita langsung ditujukan ke aplikasi native tapi hanya pada bagian detail (google play hanya mendownload activity yang kita butuhkan untuk menampilkan page tersebut). Dan nantinya ada pilihan untuk melakukan instalasi secara penuh.

Mungkin web dan aplikasi kita harus menggunakan App Indexing juga (asumsi penulis).

Atau misalkan ada mesin parkir yang menggunakan google pay, tapi kita belum menginstal aplikasi mesin parkir tersebut. Dengan menggunakan NFC, tinggal tap saja kita dapat membuka aplikasi dan melakukan pembayaran.

Keren kan?


Sumber-sumber:

Sabtu, 22 Oktober 2016

Android Tips: Publish dulu aja

Hallo sobat,

Alkisah ada seorang raja yang akan memimpin kerajaannya untuk berperang melawan kerajaan musuh bebuyutannya. Tinggal lah sang raja melakukan persiapan untuk berperang. Dengan pengalaman yang belum banyak, raja memutar otak mencoba mencari strategi terbaik untuk mengalahkan musuh bebuyutannya itu. Reputasi dan kehormatan kerajaan ada di tangannya.

Satu hari, dua hari, tiga hari berlalu. Ia masih memikirkan cara terbaik untuk mengalahkan musuhnya itu. Sampai sampai akhirnya ia lupa bahwa hari ini adalah hari peperangannya. Sampai pada akhirnya... Bruk! gerbang kerajaan didobrak dari luar, ternyata musuh sudah mengepung dari luar kerajaan. Lalu musuh merangsek masuk dan berhasil menguasai kerajaan dan pada akhirnya raja pun terbunuh bahkan tanpa memulai peperangan dengan perlawanan.

Lalu apa hubungannya cerita tersebut dengan judul artikel? Ada :)

Apa sobat pernah memiliki ide untuk membuat aplikasi android? ide tersebut sudah lebih dari cukup untuk di implementasi, ya walaupun masih banyak kekurangan tapi sobat sudah siap "meledak" untuk melakukan coding sampai aplikasi itu berubah menjadi produk siap publish, tapi ternyata tidak jadi karena sudah ada yang publish dengan konsep yang persis sama (sebelumnya belum ada).

Pengalaman itu pernah saya alami :) dan nyesek rasanya :)
Karena terlalu banyak perencanaan, aplikasi itu gagal terealisasikan :'(

Karena pengalaman itu sobat, jika memiliki ide aplikasi, simpanlah dalam hati. Diskusikan hanya dengan orang-orang yang menurut sobat "layak" untuk di ajak berdiskusi.

Dan yang paling penting, tidak usah terlalu banyak berfikir tentang fitur-fitur selanjutnya (cukup fitur-fitur utama dulu), scalability, monetization, bla bla bla.  Just code and make it real :)


Sekian sharing pengalaman saya, semoga menjadi pelajaran bagi saya dan untuk sobat ya :)


Sumber gambar: http://android-developers.blogspot.co.id/